Menyusun Surat Resmi dan Kesalahan yang Sering Diulang

Baca dalam bahasa lain: Baca vérsi basa Inggris · Baca vérsi basa Sunda

Undangan rapat, permohonan, surat edaran, laporan, surat ke instansi luar. Semuanya hampir setiap hari lewat di meja pengurus. Satu surat yang salah tulis bisa membuat sebuah urusan mundur, atau membuat organisasi dianggap tidak serius.

Karena itu, menulis surat resmi sebaiknya jadi kebiasaan, bukan hafalan format.

Kenali Dulu Siapa yang Membaca

Sebelum menulis satu kalimat pun, tanyakan dua hal. Siapa yang akan membaca, dan apa yang kita harapkan setelah surat itu dibaca?

Surat untuk pimpinan instansi berbeda nada dengan surat untuk warga. Yang satu butuh bahasa baku dan runtut, yang lain boleh lebih hangat. Tujuannya harus terlihat sejak paragraf pertama. Kalau pembaca harus menebak maksud kita di paragraf ketiga, surat itu sudah setengah gagal.

Bagian yang Sering Dianggap Remeh

Nomor surat, tanggal, lampiran, perihal, dan nama penerima. Lima bagian ini sering diisi sambil lalu, padahal di sinilah salah gelar dan salah tempat paling sering terjadi.

Ada satu kebiasaan yang menolong: isi bagian ini paling akhir, setelah isi surat selesai. Saat isi sudah beres, perihal dan lampiran tinggal menyesuaikan. Kalau diisi di awal, hasilnya sering tidak cocok dengan isi.

Satu Surat, Satu Maksud

Jangan menggabungkan permohonan dana, undangan, dan laporan dalam satu surat. Penerima jadi bingung harus menjawab yang mana. Lebih baik tiga surat pendek yang jelas daripada satu surat panjang yang membingungkan.

Kesalahan yang Terus Berulang

Dari pengalaman, kesalahan ini muncul lagi dan lagi:

  1. Bahasa pasar masuk ke surat resmi.
  2. Paragraf pertama tidak jelas maksudnya.
  3. Kop surat atau tanda tangan tidak lengkap.
  4. Menyebut lampiran, tapi lampirannya tidak disertakan.
  5. Menulis "segera" tanpa batas waktu yang jelas.
  6. Mengeja nama atau istilah tidak konsisten.

Nomor lima sering kelewat. Segera menurut pengirim bisa berarti besok, menurut penerima bisa berarti bulan depan. Tulis tanggalnya.

Memeriksa Sebelum Dikirim

Baca surat dengan suara nyaring. Telinga sering menangkap kalimat janggal yang terlewat oleh mata. Cek tanggal dan nama penerima, pastikan lampiran benar-benar ada, lalu minta satu orang lain membacanya.

Kalau Anda menulis banyak surat setiap minggu, simpan surat yang sudah beres sebagai template. Dengan begitu kesalahan yang sama tidak terulang.

Agen AI yang dipakai tim juga bisa membantu menyiapkan draf, merapikan bahasa, dan mengecek ejaan atau nama yang tidak konsisten. Tetapi isi surat tetap ditentukan manusia, dan yang menandatangani tetap manusia. Surat yang sudah jadi harus dibaca ulang oleh penanggung jawab sebelum dikirim.

Soal Kepercayaan

Surat yang rapi bukan sekadar urusan formalitas. Ini soal kepercayaan. Organisasi yang suratnya rapi lebih mudah dipercaya, dan urusannya lebih lancar.

surat-resmiadministrasikomunikasi

← Kembali ke daftar tulisan

Lebih baru → Writing Formal Letters and the Mistakes We Keep Repeating← Nyusun Surat Resmi jeung Kasalahan nu Sok Diulang